Kata kerja bantu - penyesalan atas masa lampau (should / ought to have p.p.)
should have + p.p. berarti 'seharusnya dulu dilakukan, tetapi tidak dilakukan', sedangkan shouldn't have + p.p.
Penjelasan
should have + p.p. berarti 'seharusnya dulu dilakukan, tetapi tidak dilakukan', sedangkan shouldn't have + p.p. berarti 'seharusnya dulu tidak dilakukan, tetapi terlanjur dilakukan'; keduanya menyatakan penyesalan dan celaan atas masa lampau. ought to have + p.p. juga sama artinya dan sedikit lebih resmi.
A. should have + p.p. — dasar penyesalan lampau
should have + partisip lampau berarti 'seharusnya dulu dilakukan, tetapi nyatanya tidak dilakukan', dan menyatakan kekecewaan, penyesalan, atau sedikit menyalahkan diri atas hal yang sudah berlalu. should have + p.p. = sesal lampau. Dalam percakapan bentuknya dipendekkan menjadi should've.
| Subjek | should have + p.p. | Bentuk singkat | Arti |
|---|---|---|---|
| I | I should have gone | should've gone | seharusnya dulu pergi |
| you | you should have known | should've known | seharusnya dulu tahu |
| he / she | she should have waited | should've waited | seharusnya dulu menunggu |
| we | we should have started | should've started | seharusnya dulu mulai |
| they | they should have listened | should've listened | seharusnya dulu mendengarkan |
- I should have studied harder for the exam. (Seharusnya dulu saya belajar lebih giat untuk ujian itu.)
- You should have told me about the meeting. (Seharusnya dulu Anda memberi tahu saya tentang rapat itu.)
- We should have taken an umbrella. (Seharusnya dulu kami membawa payung.)
- She should have arrived by now. (Sekarang dia seharusnya sudah tiba.)
B. ought to have + p.p. — arti sama, lebih resmi
ought to have + partisip lampau artinya sama dengan should have + partisip lampau, tetapi terasa sedikit lebih resmi dan lebih bernuansa tulis, dan sering dipakai untuk menegaskan kewajiban moral atau kepatutan. Bentuk ingkarnya adalah ought not to have + partisip lampau.
| Bentuk | Contoh | Ganti dalam percakapan |
|---|---|---|
| ought to have + p.p. | He ought to have called. | should have called |
| ought not to have + p.p. | You ought not to have lied. | shouldn't have lied |
- You ought to have thanked her. (Seharusnya dulu Anda berterima kasih kepadanya.)
- We ought to have prepared more carefully. (Seharusnya dulu kami bersiap dengan lebih cermat.)
- He ought to have known better. (Seharusnya dulu dia lebih tahu mana yang benar.)
- They ought not to have accepted the offer. (Seharusnya dulu mereka tidak menerima tawaran itu.)
C. shouldn't have + p.p. — sesal atas yang terlanjur
shouldn't have + partisip lampau berarti 'seharusnya dulu tidak dilakukan, tetapi nyatanya terlanjur dilakukan', dan menyatakan penyesalan atas perbuatan yang sudah berlalu atau celaan ringan terhadap lawan bicara. Dalam percakapan dilafalkan shouldn't've.
| Bentuk | Keadaan sebenarnya | Arti |
|---|---|---|
| I shouldn't have eaten so much. | terlanjur makan banyak | seharusnya dulu tidak makan sebanyak itu |
| You shouldn't have shouted at him. | terlanjur membentak | seharusnya dulu tidak membentaknya |
| She shouldn't have trusted them. | terlanjur percaya | seharusnya dulu tidak memercayai mereka |
| We shouldn't have waited so long. | terlanjur menunggu lama | seharusnya dulu tidak menunggu selama itu |
- I shouldn't have stayed up so late last night. (Seharusnya semalam saya tidak begadang selarut itu.)
- You shouldn't have spent all that money. (Seharusnya dulu Anda tidak menghabiskan semua uang itu.)
- He shouldn't have driven after drinking. (Seharusnya dulu dia tidak menyetir setelah minum.)
- They shouldn't have ignored our warning. (Seharusnya dulu mereka tidak mengabaikan peringatan kami.)
Poin penting
- 1should have + partisip lampau menyatakan penyesalan 'seharusnya dulu dilakukan, tetapi tidak', sedangkan shouldn't have + partisip lampau menyatakan 'seharusnya dulu tidak dilakukan, tetapi terlanjur'. (Contoh: I should have gone. / I shouldn't have gone.)
- 2Sesudah should harus datang have + partisip lampau; bentuk to maupun bentuk lampau tidak boleh datang di situ. (X: I should to have called / X: I should called → O: I should have called)
- 3ought to have + partisip lampau sama artinya dengan should have + partisip lampau tetapi sedikit lebih resmi, dan bentuk ingkarnya ditulis ought not to have + p.p. — begitulah aturannya. (Contoh: You ought not to have lied.)
- 4Dalam percakapan bentuknya dipendekkan dan dilafalkan should've atau shouldn't've, sedangkan menuliskannya sebagai should of dalam ragam tulis adalah ejaan yang salah. (Contoh: I should've known.)
- 5Ungkapan bahasa Indonesia 'seharusnya dulu ~' dan 'seharusnya dulu tidak ~' semuanya dinyatakan dengan rangkaian should have p.p.