Bentuk to - pemakaian sebagai kata keterangan
Bentuk to yang berperan sebagai kata keterangan menempel pada kalimat dan menambahkan keterangan seperti tujuan·hasil·sebab perasaan·dasar penilaian, dan di antaranya tujuan (untuk ) yang paling sering dipakai.
Penjelasan
Bentuk to yang berperan sebagai kata keterangan menempel pada kalimat dan menambahkan keterangan seperti tujuan·hasil·sebab perasaan·dasar penilaian, dan di antaranya tujuan (untuk ~) yang paling sering dipakai.
A. Tujuan — untuk ~
Makna yang paling sering dipakai dalam peran kata keterangan adalah tujuan, yaitu 'untuk ~·supaya ~'. Untuk menegaskan atau memberi kesan resmi, bisa diganti dengan in order to / so as to.
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| to + bentuk dasar | untuk ~ | I study to pass the exam. |
| in order to + bentuk dasar | untuk ~ (penegasan) | I study in order to pass the exam. |
| so as to + bentuk dasar | untuk ~ (resmi) | Walk slowly so as not to slip. |
| bentuk ingkar in order not to | supaya tidak ~ | I ran in order not to be late. |
- She went to Paris to study French. (Dia pergi ke Paris untuk belajar bahasa Prancis.)
- I called him to invite him to my party. (Saya menelepon dia untuk mengundangnya ke pesta saya.)
- We got up early in order to catch the first train. (Kami bangun pagi-pagi untuk mengejar kereta pertama.)
- He whispered so as not to wake the baby. (Dia berbisik supaya tidak membangunkan bayi itu.)
B. Hasil — ~ sehingga akhirnya …
Peran hasil berarti '~ sehingga akhirnya …', sering dipakai bersama kata kerja seperti grow up·live·wake up, dan kalau ditambah only to·never to, hasil yang tak terduga atau kurang menyenangkan jadi ditegaskan.
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| ~ to become | tumbuh lalu menjadi ~ | He grew up to become a doctor. |
| ~ to find | ~ lalu mendapati … | She woke up to find it snowing. |
| ~ only to | ~ tetapi akhirnya … | I ran, only to miss the bus. |
| ~ never to | tidak pernah ~ lagi | He left, never to return. |
- She grew up to become a famous writer. (Dia tumbuh menjadi penulis terkenal.)
- He lived to see his grandchildren. (Dia hidup cukup lama sampai bisa melihat cucu-cucunya.)
- I hurried to the station, only to find the train gone. (Saya bergegas ke stasiun, tetapi ternyata keretanya sudah pergi.)
- She woke up to find everyone gone. (Dia bangun dan mendapati semua orang sudah pergi.)
C. Sebab perasaan·dasar penilaian
Bentuk to sesudah kata sifat perasaan seperti happy·glad·sad·sorry·surprised·lucky menyatakan sebab perasaan itu, sedangkan kalau menempel sesudah must be / can't be ia menyatakan dasar penilaian, yaitu 'kalau sampai ~, pasti …'.
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| kata sifat perasaan + bentuk to | ~ sehingga … (sebab) | I'm glad to hear that. |
| must be + kata sifat + to | kalau sampai ~, pasti … | She must be tired to sleep so long. |
| kind·clever·foolish of ~ + to | kalau sampai ~, sungguh … | It's kind of you to help me. |
- We were surprised to see him at the party. (Kami terkejut melihat dia di pesta itu.)
- I'm sorry to hear the bad news. (Saya turut sedih mendengar kabar buruk itu.)
- She's lucky to have such good friends. (Dia beruntung punya teman-teman sebaik itu.)
- He must be crazy to drive in this weather. (Kalau sampai menyetir dalam cuaca seperti ini, dia pasti sudah gila.)
Poin penting
- 1Makna yang paling sering dipakai dalam peran kata keterangan adalah tujuan, 'untuk ~', dan untuk menegaskannya dipakai in order to / so as to. (Contoh: I called him to invite him.)
- 2Bentuk ingkar dari makna tujuan terasa lebih wajar ditulis in order not to / so as not to daripada sekadar not to — ingat titik ini. (Contoh: I ran in order not to be late.)
- 3grow up to·live to·wake up to adalah gabungan lazim yang menyatakan hasil, yaitu 'tumbuh·hidup·bangun lalu akhirnya menjadi ~'. (Contoh: He grew up to become a doctor.)
- 4Bentuk to sesudah kata sifat perasaan seperti happy·glad·sad·sorry·surprised·lucky menyatakan sebab perasaan itu. (Contoh: I'm sorry to hear that.)
- 5must be / can't be + kata sifat + bentuk to menyatakan dasar penilaian, yaitu 'kalau sampai ~, pasti … · tidak mungkin …'. (Contoh: He must be tired to sleep so long.)