Bentuk to - enough to
Kata sifat·keterangan + enough + bentuk to bermakna 'cukup untuk …', dan intinya adalah urutan bahwa enough wajib datang sesudah kata sifat atau kata keterangan.
Penjelasan
Kata sifat·keterangan + enough + bentuk to bermakna 'cukup ~ untuk …', dan intinya adalah urutan bahwa enough wajib datang sesudah kata sifat atau kata keterangan.
A. Bentuk — kata sifat·keterangan + enough + to V
Waktu menerangkan kata sifat atau kata keterangan, enough wajib datang sesudahnya, lalu bentuk to menyusul. Hafalkan utuh urutan kata sifat·keterangan + enough + to V ini.
| Jenis urutan | Contoh |
|---|---|
| kata sifat + enough + to V | She is tall enough to reach it. |
| kata keterangan + enough + to V | He speaks clearly enough to be understood. |
| sisipan for + kata ganti objek | The book is easy enough for children to read. |
- She is smart enough to solve this puzzle. (Dia cukup pintar untuk memecahkan teka-teki ini.)
- He was brave enough to speak up. (Dia cukup berani untuk angkat bicara.)
- The tea is cool enough to drink now. (Tehnya sudah cukup dingin untuk diminum sekarang.)
- The car is big enough for us to sleep in. (Mobil itu cukup besar untuk kami tiduri di dalamnya.)
B. Mengubah ke pola so ~ that
Pola enough to bisa diganti dengan klausa so + kata sifat·keterangan + that + subjek + can tanpa mengubah maknanya.
| Pola enough to | Ganti so ~ that ... can |
|---|---|
| He is old enough to drive. | He is so old that he can drive. |
| She is kind enough to help. | She is so kind that she helps everyone. |
| The box is light enough to carry. | The box is so light that I can carry it. |
- He is rich enough to buy a house. (Dia cukup kaya untuk membeli rumah.)
- She spoke loudly enough to be heard. (Dia berbicara cukup keras untuk terdengar.)
- The problem is simple enough to solve. (Soal itu cukup sederhana untuk dipecahkan.)
C. Negasi — not + kata sifat·keterangan + enough + to
Negasi 'tidak cukup ~ untuk …' dibuat dengan menempelkan not pada kata kerja be atau kata kerja bantu, sedangkan urutan di belakangnya tetap seperti semula. Pola too ~ to yang maknanya mirip berfokus pada 'kelebihan', sedangkan not enough to berfokus pada 'kekurangan'.
| Kalimat negatif | Kalimat too ~ to yang mirip | Beda nuansa |
|---|---|---|
| He is not old enough to vote. | He is too young to vote. | kekurangan vs kelebihan |
| I'm not tall enough to reach it. | I'm too short to reach it. | kekurangan vs kelebihan |
| She is not strong enough to lift it. | She is too weak to lift it. | kekurangan vs kelebihan |
- The child is not old enough to go to school. (Anak itu belum cukup umur untuk masuk sekolah.)
- I'm not fast enough to catch him. (Saya tidak cukup cepat untuk mengejarnya.)
- The soup is not hot enough to serve. (Supnya tidak cukup panas untuk dihidangkan.)
- He is not experienced enough to lead the team. (Dia tidak cukup berpengalaman untuk memimpin tim itu.)
Poin penting
- 1Waktu menerangkan kata sifat atau kata keterangan, enough wajib datang sesudahnya, dan urutan dengan bentuk to di belakangnya bersifat mutlak. (Contoh: tall enough to reach it.)
- 2Pola enough to boleh diganti dengan klausa so + kata sifat + that + subjek + can dan maknanya tetap sama. (Contoh: old enough to drive = so old that he can drive.)
- 3Kalau perlu subjek makna, sisipkan dengan urutan kata sifat + enough + for + kata ganti objek + to V. (Contoh: The book is easy enough for children to read.)
- 4not + kata sifat·keterangan + enough + to menekankan kekurangan, sedangkan too ~ to menekankan kelebihan. (Contoh: not old enough vs too young.)
- 5Waktu menerangkan kata benda, enough datang di depan kata bendanya, tetapi waktu menerangkan kata sifat atau kata keterangan, enough wajib datang di belakangnya. (Contoh: enough money / old enough)