Lanjutan · Unit 25

Frasa partisip - cara membuatnya

Frasa partisip adalah bentuk ringkas yang menghilangkan kata sambung dan subjek klausa keterangan lalu mengubah kata kerjanya menjadi partisip (-ing), dan ia menyampaikan arti waktu, alasan, perbuatan serentak, perbuatan…

Penjelasan

Frasa partisip adalah bentuk ringkas yang menghilangkan kata sambung dan subjek klausa keterangan lalu mengubah kata kerjanya menjadi partisip (-ing), dan ia menyampaikan arti waktu, alasan, perbuatan serentak, perbuatan berurutan, syarat, atau pertentangan lewat konteks.

 

A.  Membuat frasa partisip — 3 langkah 

Frasa partisip dibuat lewat tiga langkah: menghapus kata sambung klausa keterangan, menghapus subjek klausa keterangan kalau subjek kedua klausa sama, lalu mengubah kata kerjanya menjadi -ing. Urutannya adalah hilangkan kata sambung·subjek → kerja jadi -ing.

LangkahKalimatYang dikerjakan
0. Klausa keteranganWhen I walked down the street, I met an old friend.Asli
1. Hapus kata sambungI walked down the street, I met an old friend.When dihapus
2. Hapus subjekwalked down the street, I met an old friend.I dihapus
3. Kata kerja → -ingWalking down the street, I met an old friend.walked → Walking
  • When she saw me, she smiled. → Seeing me, she smiled. (Begitu melihat saya, dia tersenyum.)
  • As I opened the door, I heard a strange sound. → Opening the door, I heard a strange sound. (Begitu membuka pintu, saya mendengar bunyi aneh.)
  • Because he felt sick, he stayed home. → Feeling sick, he stayed home. (Karena merasa sakit, dia tinggal di rumah.)

 

B.  Frasa partisip aktif — bentuk partisip kini 

Kalau kata kerja klausa keterangan itu aktif, ia langsung diubah menjadi bentuk -ing. Kata kerja be berubah menjadi Being, sedangkan kata kerja biasa berubah menjadi bentuk -ing kata kerja itu sendiri.

Klausa keteranganFrasa partisipArti
When I walk ...Walking ...sambil ~·sementara ~
Because he is tiredBeing tiredkarena lelah
As she smiledSmilingsambil tersenyum
After I finished ...Finishing ...sesudah menyelesaikan ~
  • Walking to school, I met my teacher. (Sambil berjalan ke sekolah, saya bertemu guru saya.)
  • Being very busy, she couldn't answer the phone. (Karena sangat sibuk, dia tidak bisa mengangkat telepon.)
  • Smiling brightly, the child ran to her mother. (Sambil tersenyum lebar, anak itu berlari ke arah ibunya.)
  • Finishing his coffee, he stood up. (Sesudah menghabiskan kopinya, dia berdiri.)

 

C.  Arti frasa partisip — ditentukan konteks 

Karena frasa partisip tidak punya kata sambung, artinya ditentukan oleh konteks, dan ia bisa memuat enam arti: waktu, alasan, perbuatan serentak, perbuatan berurutan, syarat, dan pertentangan.

ArtiKata sambung asalnyaContoh
Waktuwhen·as·after·whileArriving at the station, I called her.
Alasanbecause·as·sinceBeing tired, he went to bed.
Perbuatan serentakwhile·asWatching TV, she ate dinner.
Perbuatan berurutanandOpening the box, he found a letter.
SyaratifTurning left, you'll see the bank.
Pertentanganthough·althoughLiving next door, we rarely meet.
  • Arriving home late, I went straight to bed. (Karena tiba di rumah larut malam, saya langsung tidur.)
  • Not knowing what to do, she asked her father. (Karena tidak tahu harus berbuat apa, dia bertanya kepada ayahnya.)
  • Reading a book, he sipped his tea. (Sambil membaca buku, dia menyeruput tehnya.)
  • Living in Seoul for ten years, he still gets lost. (Meskipun sudah sepuluh tahun tinggal di Seoul, dia masih sering tersesat.)

Poin penting

  1. 1Membuat frasa partisip berlangsung dalam tiga langkah: hapus kata sambung → hapus subjek (kalau subjek kedua klausa sama) → ubah kata kerja menjadi -ing. (Contoh: When I walked → Walking)
  2. 2Subjek klausa keterangan hanya dihapus kalau subjek kedua klausa sama, dan kalau subjeknya berbeda subjek itu ditinggalkan di depan partisip sehingga menjadi frasa partisip mandiri. (Contoh: The sun setting, we left the beach.)
  3. 3Karena frasa partisip tidak punya kata sambung, artinya hanya ditentukan oleh konteks, jadi tafsirkan secara wajar sebagai salah satu dari waktu, alasan, perbuatan serentak, perbuatan berurutan, syarat, atau pertentangan.
  4. 4Dalam percakapan dan tulisan, tiga jenis yang paling banyak dipakai adalah waktu, alasan, dan perbuatan serentak. (Contoh: Walking to work, I listen to podcasts.)
  5. 5Dalam bahasa Indonesia 'sambil ~', 'karena ~', 'sesudah ~', dan 'lalu ~' semuanya dinyatakan dengan satu bentuk frasa partisip saja. (Contoh: 'karena lelah' → Being tired.)

Contoh

Walking down the street, I saw an old friend.
Sambil berjalan di jalan, saya melihat teman lama.
Feeling tired, she went to bed early.
Karena merasa lelah, dia tidur lebih awal.
Opening the door, he found a package.
Begitu membuka pintu, dia menemukan sebuah paket.
Listening to music, she cleaned her room.
Sambil mendengarkan musik, dia membersihkan kamarnya.
Turning left, you will see the post office.
Kalau belok kiri, Anda akan melihat kantor pos.
Unit ini punya contoh lainnya. Daftar untuk melihat dan mendengarkan semuanya.

Kesalahan umum

When walking down the street, I met a friend.
Walking down the street, I met a friend.
Walked down the street, I met a friend.
Walking down the street, I met a friend.
I walking to school, saw a cat.
Walking to school, I saw a cat.
Tired, he went to bed.
Being tired, he went to bed.
Not know what to do, I asked her.
Not knowing what to do, I asked her.
Pastikan Anda benar-benar paham
Membaca aturan dan menerapkannya itu berbeda. Saat salah, AI menunjukkan materi mana yang menghambat Anda.
Berlatih gratis