Lanjutan · Unit 77

Pengandaian - I wish + pengandaian kala lampau / kala lampau sempurna

'I wish + pengandaian' adalah susunan untuk menyatakan harapan yang berlawanan dengan kenyataan; kala pada klausa sesudah wish mundur satu langkah sehingga kalimatnya memuat kekecewaan dan penyesalan bahwa 'nyatanya tida…

Penjelasan

'I wish + pengandaian' adalah susunan untuk menyatakan harapan yang berlawanan dengan kenyataan; kala pada klausa sesudah wish mundur satu langkah sehingga kalimatnya memuat kekecewaan dan penyesalan bahwa 'nyatanya tidak begitu'. Kebalikan fakta kini memakai wish + bentuk lampau, kebalikan fakta lampau memakai wish + had + partisip lampau.

 

A.  I wish + bentuk lampau — kebalikan fakta kini 

Bentuk 'I wish + subjek + bentuk lampau' menyatakan harapan yang berlawanan dengan kenyataan sekarang, yaitu 'alangkah baiknya kalau sekarang begini', dan kata kerja be-nya selalu were tanpa memandang orangnya seperti pada pengandaian kala lampau. Hafalkan bentuk I wish + bentuk lampau sebagai satu kesatuan.

Jenis harapanBentukContoh
Milik·keadaanwish + bentuk lampauI wish I had a car.
Kata kerja bewish + wereI wish I were taller.
Kemampuanwish + could + dasarI wish I could sing.
Ingin lawan bicara berbuatwish + subjek + wouldI wish you would stop doing that.
  • I wish I knew his phone number. (Alangkah baiknya kalau saya tahu nomor teleponnya.)
  • I wish she were my sister. (Alangkah baiknya kalau dia adik perempuan saya.)
  • I wish I could speak three languages. (Alangkah baiknya kalau saya bisa berbicara dalam tiga bahasa.)
  • I wish it were Friday already. (Alangkah baiknya kalau sekarang sudah hari Jumat.)

 

B.  I wish + had + p.p. — kebalikan fakta lampau 

Bentuk 'I wish + subjek + had + partisip lampau' menyatakan harapan dan penyesalan yang berlawanan dengan kenyataan lampau, yaitu 'alangkah baiknya kalau dulu begitu'. Kalau bentuk I wish + had + partisip lampau dipelajari sekalian, perbedaan kala kedua pengandaian itu jadi jelas.

Jenis penyesalanBentukContoh
Sesal atas yang tak dilakukanwish + had p.p.I wish I had studied harder.
Sesal atas yang terlanjurwish + hadn't p.p.I wish I hadn't eaten so much.
Kecewa atas yang tak sempatwish + could have p.p.I wish I could have gone.
  • I wish I had taken that job. (Alangkah baiknya kalau dulu saya menerima pekerjaan itu.)
  • I wish I hadn't wasted so much money. (Alangkah baiknya kalau dulu saya tidak memboroskan uang sebanyak itu.)
  • I wish she had told me the truth. (Alangkah baiknya kalau dulu dia mengatakan yang sebenarnya kepada saya.)
  • I wish we had left earlier this morning. (Alangkah baiknya kalau tadi pagi kami berangkat lebih awal.)

 

C.  hope vs wish — mungkin terwujud vs berlawanan 

hope menyatakan harapan yang memang mungkin terwujud dan sesudahnya datang kala kini atau kala mendatang, sedangkan wish menyatakan harapan yang berlawanan dengan kenyataan dan sesudahnya datang bentuk yang kalanya mundur satu langkah (lampau / had p.p.).

Kata kerjaNuansaKala sesudahnyaContohMakna tersirat
hopeharapan yang mungkin terwujud (kini)kiniI hope you feel better soon.memang mungkin sembuh
hopeharapan yang mungkin terwujud (mendatang)willI hope she passes the interview.mungkin terwujud
wish (kini)kebalikan fakta kinilampauI wish I felt better today.nyatanya sedang sakit
wish (lampau)kebalikan fakta lampauhad p.p.I wish she had passed the interview.nyatanya tidak lulus
  • I hope you feel better soon. (Saya berharap Anda segera sembuh.)
  • I wish I felt better today. (Alangkah baiknya kalau hari ini badan saya lebih enak.)
  • I hope she passes the interview. (Saya berharap dia lulus wawancara itu.)
  • I wish she had passed the interview. (Alangkah baiknya kalau dulu dia lulus wawancara itu.)

Poin penting

  1. 1Padanan kalanya adalah I wish + bentuk lampau untuk harapan yang berlawanan dengan fakta kini, dan I wish + had + partisip lampau untuk harapan yang berlawanan dengan fakta lampau — itulah intinya. (Contoh: I wish I had time / I wish I had had time.)
  2. 2Kata kerja be sesudah I wish pada dasarnya ditulis were tanpa memandang orangnya seperti pada pengandaian kala lampau, dan 'I wish I were ...' sering dipakai sebagai ungkapan lazim — ingat itu. (Contoh: I wish I were you.)
  3. 3hope menyatakan harapan yang mungkin terwujud dan diikuti kala kini atau mendatang, sedangkan wish menyatakan harapan yang berlawanan dengan kenyataan dan kala sesudahnya mundur satu langkah — kuasai bedanya. (Contoh: I hope you come / I wish you came.)
  4. 4I wish + subjek + would + bentuk dasar bernuansa 'alangkah baiknya kalau (lawan bicara) mau berbuat begitu' dan sering dipakai untuk memuat keluhan atau keinginan atas perbuatan orang lain — kenali kelaziman ini. (Contoh: I wish you would listen.)
  5. 5Di dalam klausa sesudah I wish, will tidak pernah dipakai; kalanya mundur ke belakang — bentuk lampau untuk harapan kini, had p.p. untuk harapan lampau — patuhi aturan ini. (Contoh: I wish I had time.)

Contoh

I wish I had more free time.
Alangkah baiknya kalau saya punya lebih banyak waktu luang.
I wish I knew her phone number.
Alangkah baiknya kalau saya tahu nomor teleponnya.
I wish I were taller.
Alangkah baiknya kalau saya lebih tinggi.
I wish she were here with us.
Alangkah baiknya kalau dia ada di sini bersama kami.
I wish I could play the guitar.
Alangkah baiknya kalau saya bisa bermain gitar.
Unit ini punya contoh lainnya. Daftar untuk melihat dan mendengarkan semuanya.

Kesalahan umum

I wish I have more money.
I wish I had more money.
I wish I was taller.
I wish I were taller.
I wish I studied harder in school.
I wish I had studied harder in school.
I wish she will come tomorrow.
I hope she will come tomorrow.
I wish I didn't eat so much last night.
I wish I hadn't eaten so much last night.
Pastikan Anda benar-benar paham
Membaca aturan dan menerapkannya itu berbeda. Saat salah, AI menunjukkan materi mana yang menghambat Anda.
Berlatih gratis